Persaingan Dua Kompetitor, Jepang Vs. Jerman

Posted on July 22, 2020 in Main

Jika membahas soal negara produsen mobil, dunia akan dihadapkan pada dua kubu besar yaitu mobil yang diproduksi oleh Jepang dan mobil produksi Eropa, lebih tepatnya negara Jerman. Banyak negara telah berhasil memproduksi mobil dan dijual ke pangsa negara-negara lainnya, seperti Amerika, Rusia, Korea, China, dan sebagainya. Hanya saja dari segi kuantitas dan kualitas keseluruhan, dua negara unggul pencipta mobil tetap dipegang oleh Jepang dan Jerman, tertutama jika dilihat penggunaannya di Indonesia. Beberapa produk yang telah diakui unggul dari kedua kubu dan banyak ditemui di Indonesia. Banyak merk mobil yang sering terdengar di pasaran terdengar dengan aksen nama ala bahasa Jepang, contoh Toyota, Nissan, Honda, Suzuki, Nissan, Mazda, Mitsubishi, Isuzu Daihatsu, dan sebagainya. Mobil Jepang yang paling banyak pasarnya di Indonesia jatuh kepada jenis Toyota. Sedangkan di Jepang itu sendiri, mobil Nissan lebih merajai pangsa pasar industri otomotif. Sebagian pecinta mobil banyak yang menyukai jenis mobil Jepang. Namun sebagian orang lainnya cenderung lebih menyukai jenis mobil produksi Jerman atau yang biasa disebut Euro Cars, dengan tiga jenis mobil unggulan utamanya yaitu trio BMW, Mercedes-Benz, dan Audi.

Beberapa hal yang akan bahas dalam menjabarkan perbedaan kedua jenis mobil ini dibedakan dalam dua hal, yaitu kelebihan dan kekurangan dari kedua kubu mobil tersebut. Beberapa kategori dapat dianalisa sebagai perbandingan, yaitu seperti performa dari mobil tersebut, keandalan, desain, harga, dan aneka macam lainnya. Perbandingan ini akan digambarkan secara umum. Sehingga ada beberapa kasus seperti yang dicontohkan pada mobil dari Jerman dianggap lebih boros bahan bakar. Meskipun tidak berarti seluruh mobil Jerman semuanya sangat boros bensin, dan bisa jadi masih ada beberapa jenis mobil yang relatif lebih irit. Dan pembahasan akan mobil yang diacu akan lebih mengarah pada jenis mobil pada umumnya yang dipakai sehari-hari, bukan jenis mobil supercar yang banyak digunakan untuk kebutuhan khusus seperti mobil jenis sportcar yang banyak digunakan dalam balap mobil dengan kinerja standar mobil lebih canggih. Beberapa jenis mobil super asal kedua negara ini banyak dikenal seperti mobil Lamborghini, Ferrari, dan Porsche dari Jerman, serta mobil Nissan GTR atau Subaru WRX STi dari Jepang.

Performa Mesin

Mobil Jepang vs mobil Eropa

Dalam hal performa mesin, mobil dari Jerman diakui lebih unggul dibandingkan mobil Jepang. Performa mobil seperti BMW, Audi, dan Mercedes-Benz dikenal memiliki tenaga mesin (horsepower) yang lebih besar dibandingkan mobil Jepang. Mobil Jerman juga sering dilengkapi dengan sistem turbocharger dalam mendongkrak tenaga mesin dan efisiensinya. Penggunaan sistem canggih ini bisa dilihat dari jenis mobil BMW seri 3, Audi A4, serta Mercedes-Benz C250. Sedangkan mobil Jepang pada umumnya seperti berjenis Toyota Camry atau Mazda 6 tidak memiliki sistem turbocharger. Bahkan pada mobil lama asal Jerman seperti mobil Volvo seri 740. 940, serta 960 yang sudah berumur, juga telah dibekali dengan sistem turbocharger dalam menghasilkan tenaga mesin yang besar hingga dapat mencapai 152 – 162 horsepower. Sehingga dapat disimpulkan kualitas mesin mobil Jerman pada umumnya lebih unggul dari mobil asal Jepang.

Handling

Mobil Jepang vs mobil Eropa

Kebanyakan mobil Jerman menerapkan sistem model RWD atau AWD yang membuat bagian handling mobil terasa lebih nyaman untuk digunakan, terutama jika dibandingkan dengan jenis mobil Jepang yang kebanyakan tipenya FWD. Selain itu mobil Jerman juga memiliki sistem yang lebih maksimal karena banyak yang dilengkapi fitur-fitur dalam menyeimbangkan mobil seperti DSC (Dynamic Stabiity Control) atau DTC (Dynamic Traction Control) sedangkan mobil Jepang tidak mengutamakan fitur tersebut dalam mobil produksinya. Maka dapat disimpulkan dalam segi sistem yang digunakan mobil produksi Jerman lebih unggul dari Jepang.

Kehandalan

Mobil Jepang vs mobil Eropa

Mobil Jerman sering disebut sebagai mesin over engineered yang artinya memiliki pengertian desainnya agak terlalu rumit serta lebih kompleks. Hal ini berlaku pada sistem dari mesin pada mobil tersebut, wiring, sistem dalam menghasilkan horsepower yang digunakan, dalam segi interiornya, hingga aneka sensor dan hal-hal lainnya. Hal ini menjadikan mobil Jerman pada umumnya menjadi lebih kompleks dan sulit untuk di rawat seperti saat dikerjakan di bengkel. Sebaliknya mobil Jepang mayoritas lebih jenisnya lebih compact dan simpel. Para tenaga kerja di bengkel pun sering mengeluh akan tingkat kerumitan yang dihadapi saat mem’bongkar’ mobil Jerman. Akibatnya waktu yang perlu dihabiskan untuk tindakan sederhana seperti mengganti thermostat pun bisa menghabiskan waktu dua kali lebih lama dibanding jika mengerjakan mobil Jepang. Kesulitan yang sama juga banyak dialami dalam mengganti sparepart dari mobil tersebut. Kerumitan dari sistem mesin mobil Jerman mengakibatkan pemahaman dalam proses mengganti bagian sparepart yang bermasalah menjadi lebih sulit dan lebih lama dalam penyelesaiannya.

Jenis mobil Jepang pada umumnya lebih simpel dan praktis, sehingga mengakibatkan proses perawatan mobil produksi asal negara sakura ini cenderung lebih awet dibanding mobil Jerman. Faktor lain yang diakibatkan dari kemudahan dan biaya perawatan yang lebih murah membuat kualitas kebanyakan mobil Jepang menjadi masih sangat handal sekalipun sudah berumur dan dipakai sejak lama. Dari segi keawetan dan kehandalan mesin, produksi mobil asal Jepang terbukti lebih unggul dibanding Jerman.

Harga

Mobil Jepang vs mobil Eropa

Dalam perbandingan harga dari kedua jenis mobil ini, umumnya mobil produksi Jerman memiliki harga yang lebih tinggi. Biaya perawatan dan servis maupun pergantian sparepart yang lebih tinggi juga dialami oleh pemilik mobil produksi Jerman. Biaya servis dari mobil Jepang memiliki kisaran harga yang lebih terjangkau serta biaya yang lebih bersahabat dalam mengatur pengeluaran. Selain itu, akibat dari faktor daya kurang tahan lamanya mobil produksi Jerman, harga jual mobil tersebut juga seringkali terjun bebas atau dengan kata lain sangat jatuh jika dibandingkan dengan mobil Jepang. Maka dalam segi biaya yang dikeluarkan, mobil asal Jepang terbukti lebih unggul disukai banyak orang.

Desain

Sebagai perbandingan dalam desain atau tampilan luarnya, mobil produksi Jerman umumnya memiliki bentuk yang lebih memikat jika di banding dengan mobil Jepang. Unsur modern dan kemewahannya lebih terasa pada jenis mobil Jerman. Varian dari berbagai mobil Jerman juga terlihat jauh lebih elegan daripada mobil asal Jepang. Meskipun hal tersebut tidak menjadi perbandingan seluruhnya dari produksi kedua negara ini. Desain dari mobil Jerman juga umumnya lebih kokoh dan memiliki bodi yang kuat jika dibandingkan dengan mobil Jepang. Maka dari itu, faktor ini dimenangkan oleh mobil Jerman.

Keamanan

Mobil Jepang vs mobil Eropa

Mobil asal Jerman dilengkapi dengan aneka macam sensor dan teknologi yang canggih dalam menjamin keamanan bagi penumpangnya. Terdapat aneka macam fitur seperti DSC/DCT, ABS, sensor tekanan udara ban, sensor tabrakan (crash sensor), brake assist, traffic sign assist, dan jenis lainnya. Kemampuan yang lebih pakem saat mengerem jenis mobil asal Jerman pun jauh lebih baik dibanding umumnya mobil Jepang. Material yang digunakan pada body mobil Jerman pun lebih kokoh dan rigid daripada mobil Jepang. Maka dalam hal ini dimenangkan oleh mobil Jerman.

Penggunaan Bahan Bakar

Mobil Jepang vs mobil Eropa

Orang Jepang mendesain mobil dengan fokus menciptakan kepraktisan dan efisiensi bagi para penggunanya. Hal yang sama termasuk dalam pengonsumsian bahan bakar kendaraan tersebut. Mobil Jepang terkenal jauh lebih irit jika dibanding dengan mobil Jerman. Fitur tenaga mesin yang besar serta sistem dari RWD atau AWD pada jenis mobil Jerman membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dibanding mobil Jepang. Jepang merancang mobil dengan layout FWD yang lebih efisien sehingga mesin mobil Jepang dapat menghemat konsumsi bahan bakar jauh lebih besar. Jika dibandingkan, bobot dari kendaraan mobil Jerman umumnya akan lebih berat daripada mobil Jepang, hal ini dipengaruhi faktor kesolidan body mobil terebut. Sistem mesin yang lebih solid ini pun mempengaruhi konsumsi bahan bakar yang dihabiskan. Maka dari itu dalam segi keefisienannya, terbukti mobil Jepang lebih unggul.

Derajat Pemakainya

Mobil Jepang vs mobil Eropa
Iklan mewah Mercedes-Benz

Tanpa bisa dihindari, sebuah mobil terkadang digunakan sebagai simbol gengsi, wibawa serta derajat bagi pemiliknya. Tidak semua orang memutuskan untuk membeli mobil hanya dari faktor fungsinya. Ada banyak juga orang yang memperhitungkan faktor pembelian mobil dalam memperlihatkan derajat dan kedudukannya. Dimana tentunya dalam hal ini, trio mobil unggulan asal Jerman sudah sangat terkenal dalam menggambarkan simbol derajat tinggi dari para pemiliknya. Tidak hanya terbatas pada merk dari kendaraan tersebut, tetapi mobil asal Jerman memang dirancang dengan sangat memukau dalam tampilan luarnya, bagian dalamnya, aneka fitur yang tersedia dan sebagainya. Maka tentunya jenis mobil yang memberi wibawa tinggi bagai pemakainya adalah mobil Jerman.

Kesimpulan Mobil Jepang Vs Mobil Jerman

Setelah membahas kelebihan dan kekurangan kedua jenis mobil tersebut, dapat ditarik kesimpulan dari penggunaan kedua jenis mobil tersebut. Jika pada umumnya produk dengan harga yang lebih mahal akan dapat bertahan lebih lama dibanding yang harganya lebih murah. Namun beberapa varian dari mobil produksi Jerman banyak yang lebih tidak bertahan lama jika dibandingkan dengan jenis mobil Jepang yang dirancang lebih tahan lama untuk durasi pemakaian yang panjang. Namun dalam segi kesolidan yang lebih elegan, mobil Jerman dapat dipastikan menjuarai kompetisi. Sebanding dengan harga yang perlu dikeluarkan dalam memiliki serta merawatnya. Pilihan tetap akan selalu berada dalam posisi pembeli. Sebagai pihak yang menggunakan kendaraan baik itu sebagai transportasi hingga untuk melangsungkan hobi pribadinya, yang tentu perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan yang dimiliki.